Di kutip dari http://www.purworejokab.go
Camat Bagelen Kendrasmoko SSos MSi menyatakan bahwa akses jalan menuju lokasi wisata Beteng Pendem di Desa Bapangsari, mulai April mendatang terbuka. Hal itu seiring adanya alokasi dana dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK), untuk membangun jalan ke lokasi.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela pembukaan rumah makan Vegetarian “Pring Wulung”, di jl Pramuka 57 Purworejo, Sabtu (22/1). Dikemukakan bahwa selama ini obyek wisata sejarah tersebut belum banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik apalagi manca negara. Masyarakat kebanyakan mengeluh sulitnya akses jalan ke lokasi. Jalannya masih berupa makadam, bila turun hujan licin, dengan tikungan dan tanjangan yang tajam.
Untuk sampai lokasi mayoritas pengunjung yang datang, memilih memutar melalui Desa Krendetan, sehingga jarak tempuhnya semkin jauh. Lokasi wisata yang dibangun di jaman penjajahan pemerintah Jepang, terdapat 19 benteng dalam satu komplek lokasi. Setelah sampai dilokasi, para pengujung akan disuguhi panorama yang sangat indah. Di alam pegunungan yang asri nan sejuk, dapat telihat birunya dan deburan ombak pantai selatan.
Untuk memudahkan para pengunjung ke lokasi, dalam waktu dekat pihaknya akan membuka akses jalan tersebut. Rencanaya akan merehabilitasi jalan melalui Desa Bapangsari kearah utara. Jalan akan dibangun dengan cor blok, dengan lebar 3 meter. Melalui jalan tersebut, jarak tempuhnya semakin pendek, hanya sekitar 2 km dari jalan nasional Purworejo-Yogyakarta. Diperkirakan pembangunan akan menelan biaya sekitar Rp 250 juta, yang bersumber dari DAK, penanganan dampak krisis. Pertengahan April 2011, diperkirakan pembangunan jalan sudah selesai, dan dapat dilalui wisatawan yang ingin berkunjung ke Benteng Pendem.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Perhubungan, Komunikasi Informasi dan Pariwisata, Drs Sumarno, mengakui pariwisata di Kabupaten Purworejo belum berkembang. Namun ia optimis, kedepan akan berkembang, dengan keberadaan payung hukum yang digodog bersama antara eksekutif dan legeslatif. Purworejo secara perlahan terus berbenah membangun pariwisata. Terdapat beberapa obyek wisata yang dimiliki Purworejo, baik itu wisata alam, pantai, sejarah, relgius hingga wisata kuliner.
“Purworejo teus mengembangkan bidang pariwisata. Dan yang dikembangkan pariwisata yang baik-baik. Bukan pariwisata yang mengundang ekses negatif,” katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar